Welcome Guest | Register | Login
halaman depan
 
 

Manajemen Hama dan Penyakit

Jumat, 02 November 2007

Manajemen hama dan penyakit, mencakup kegiatan-kegiatan pengendalian                 Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menyebabkan penurunan produksi dan mutu, dengan memperhatikan aspek keamanan produk dan kelestarian lingkungan serta sumber daya alam. Pengendalian OPT  dilakukan dengan prinsip Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT).

Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
PHT dapat dilakukan dengan cara:
-         Fisik, membunuh organisme pengganggu secara manual
-         Biologi, memanfaatkan peranan agens hayati seperti predator dan patogen
-         Kultur teknis, dengan penanaman varietas toleran, pengaturan jarak tanam, 
          pengaturan drainase, pemupukan berimbang, penjarangan buah, dll.
-         Kimiawi, merupakan alternatif terakhir, dengan mempertimbangkan
          ambang ekonomi.

Pengendalian dengan Pestisida Hayati
Pengendalian juga dapat menggunakan pertisida hayati yang akrab lingkungan, disebut demikian karena bahan kimia nabati ini dapat mudah terurai, dapat dibuat oleh petani karena bahan baku tersedia disekitar lokasi, dan harga pembuatan yang terjangkau. 

Kelemahan pestisida nabati adalah:
a). Daya tahan yang singkat (sangat mudah berubah/terurai), oleh karena itu volume
     aplikasi harus direncanakan dengan cermat agar efisien,
b). Konsentrasi larutan yang dihasilkan masih tidak konsisten karena sangat
     tergantung pada tingkat kesegaran bahan baku. 
c). Diperlukan standar pengolahan untuk tiap tanaman dan standar aplikasi
     penggunaan bagi pengendalian OPT.

 Sumber: agronursery-owner@yahoogroups.com

 
English Version Halaman depan Home