Welcome Guest | Register | Login
halaman depan
 
 

Pertanian Tradisional, Budaya Masyarakat dan Kemajuan Jaman

Ketika saya dulu mulai terbangun dari tidur lalu tiba-tiba dikasih warisan oleh orang tua sebidang tanah tadah hujan seluas ± 2.400 M˛ dan sayapun “mencoba” bertani organik. Pada waktu itu saya memulai pada awal musim hujan pada tahun 1998. Ayolah “dicoba” seru kang Arif pada saya. Untungnya, sebelum mencoba saya ikut blusukan kesawah-sawah petani untuk “ikut” SL (Sekolah Lapang) padi organik. Alhamdulillah wasyukurillah saya tujukan pada Gusti kang Akaryo Jagad karena sampai saat ini saya tetap konsisten bertani organik walaupun dengan segala kekurangan dan kelemahan saya.

More Detail ..


Di halaman ini anda dapat membaca dan menggali berbagai cerita dari para petani di Indonesia. Sebagian besar artikel di topik ini ditulis sendiri oleh para petani. Ceritanya beragam, mulai dari pengalaman bertani semisal bagaimana mengatasi hama yang membandel, hingga pengalaman mereka sendiri mengenai cara-cara yang mereka gunakan untuk mengendalikan hama, atau opini dari para petani, atau cerita bagaimana mereka terlibat dengan pertanian organik.


 


  • Selasa, 01 Februari 2011
    Berkat Kotoran Sapi, Raup Rp 110 Juta

    KOMPAS.com — Kotoran sapi tidak hanya bermanfaat sebagai bahan baku utama kompos, tetapi bisa juga menjadi bahan baku pembuatan gerabah, batu bata, dan kerajinan tangan. Syammahfuz Chazali sudah membuktikan dan menjadi tambang emasnya. Ia meraup omzet Rp 110 juta per bulan.

  • Jumat, 25 Juli 2008
    Budidaya Bawang Merah Secara Organik (*)

    Bertani dengan sistem organik harus titen dan telaten sehingga pasti panen. Dengan sistem pertanian organik biaya yang dikeluarkan rendah, pengerjaan tanah mudah karena gembur. Sudah waktunya petani beralih sistem, meninggalkan sistem konvensional yang merugi dan merusak lingkungan, dengan sistem pertanian organik yang lestari.

  • Kembali ke Pupuk Kandang (*)

    Pengalaman saya bertani dimulai dari pembersihan lahan secara sederhana yaitu digarit saja, kemudian benih timun ditebar. Ketika tanaman mulai tumbuh, pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan daun bambu yang dibakar atau abu sisa dari dapur.


     
 
English Version Halaman depan Home