Pertanian Tradisional, Budaya Masyarakat dan Kemajuan Jaman
Ketika saya dulu mulai terbangun dari tidur lalu tiba-tiba dikasih warisan oleh orang tua sebidang tanah tadah hujan seluas ± 2.400 M˛ dan sayapun “mencoba” bertani organik. Pada waktu itu saya memulai pada awal musim hujan pada tahun 1998. Ayolah “dicoba” seru kang Arif pada saya. Untungnya, sebelum mencoba saya ikut blusukan kesawah-sawah petani untuk “ikut” SL (Sekolah Lapang) padi organik. Alhamdulillah wasyukurillah saya tujukan pada Gusti kang Akaryo Jagad karena sampai saat ini saya tetap konsisten bertani organik walaupun dengan segala kekurangan dan kelemahan saya.
|
Di halaman ini anda dapat membaca dan menggali berbagai cerita dari para petani di Indonesia. Sebagian besar artikel di topik ini ditulis sendiri oleh para petani. Ceritanya beragam, mulai dari pengalaman bertani semisal bagaimana mengatasi hama yang membandel, hingga pengalaman mereka sendiri mengenai cara-cara yang mereka gunakan untuk mengendalikan hama, atau opini dari para petani, atau cerita bagaimana mereka terlibat dengan pertanian organik.
|
![]() |
Baca Juga |



