Geliat Organik di Banjarnegara
Selasa, 25 Januari 2011
Selasa, 11 Januari 2011 tim Aliansi Organis Indonesia (AOI) melakukan sosialisasi PAMOR di Kampung Pesantren, Desa/Kelurahan Merden, Kec. Purwonegoro, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Acara berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 40 orang peserta dari berbagai kalangan diantaranya petani, penggiat organik, konsumen organik dan aparat pemerintahan yang berasal dari Banjarnegara dan sekitarnya.
Acara yang diinisiasi oleh Aliansi Organis Indonesia (AOI) Bogor, Aliansi Petani Indonesia (API) Jakarta dan Kelompok Tani Istiqomah Banjarnegara ini berlangsung di rumah salah seorang petani organik Banjarnegara, Ibu Bayyinah yang juga merupakan pelopor pertanian organik di wilayah ini.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Merden, Taufik Gunawan, mengatakan bahwa di desa tersebut ada lima kelompok tani. Awalnya mereka menggunakan pupuk kandang, namun belakangan ini diminta untuk beralih menggunakan pupuk urea sehingga ada kesulitan jika untuk diminta agar kembali lagi menggunakan pupuk alami. Dan ini memerlukan waktu yang sangat panjang, katanya. “Untungnya Desa Merden memiliki Bu Bayyinah yang bisa mengajarkan mengenai pertanian organik yang dapat mengubah pertanian Desa Merden dengan memanfaatkan apa yang ada disekitar kita sehingga menjadi lebih mudah dan lebih baik,” katanya lebih lanjut.
Sementara itu, Arif Widianto, dari Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara, mengharapkan agar budidaya organik di Banjarnegara diperluas. Beliau juga mengharapkan agar komunikasi antar petani organik lebih ditingkatkan, walau sejauh ini dari pihak dinas belum ada respon. “Harus dengan semangat sendiri agar gerakannya lebih mandiri dan maju,” ungkapnya.
Pertanian organik bukan hanya bagaimana cara memproduksi pangan yang baik, sehat, dan ramah lingkungan, namun juga terkait dengan pemberian jaminan bahwa produk tersebut adalah benar dihasilkan dari sistem pertanian organik serta bagaimana memasarkannya sehingga memberikan nilai tambah. “Pelabelan merupakan proses penting untuk menambah nilai jual. Jangan terpaku dengan penjualan yang curah, padahal harganya kurang,” tutur Sucipto Kusumo Saputro dari Aliansi Organis Indonesia Bogor, yang saat itu menjadi pemapar untuk sosialisasi PAMOR, penjaminan alternatif bagi petani organik skala kecil. “Tidak mungkin konsumen yang jauh melihat sendiri praktek pertanian organik. Karenanya sistem penjaminan lahir untuk menjawab kebutuhan konsumen untuk meyakinkan bahwa produk tersebut organik,” tuturnya lebih lanjut.
Di kesempatan tersebut, Sucipto juga menjelaskan bagaimana proses mendapatkan sertifikasi PAMOR. “Dengan menempelkan logo PAMOR maka produk Bapak akan dikenal sebagai produk organik. Dan harapannya, penjaminan yang dibentuk di daerah juga diakui oleh pemerintah,” ungkapnya. (SNY)