OGH INDONESIA 2011, Ajang Promosi Gaya Hidup Organik Telah Dibuka
Selasa, 11 Oktober 2011
Organic Green and Healthy Expo of Indonesia 2011 (OGH INDONESIA 2011) dibuka dengan gebukan gendang oleh Mike Rini Sutikno (Ketua Panitia OGH EXPO 2011), Sabastian Saragih (Presiden Dewan Perwakilan Anggota Aliansi Organis Indonesia (DPA AOI)), Rasdi Wangsa (Direktur Eksekutif AOI), Christopher E. Jayanata (Koordinator Komunitas Indonesia) dan Rico Permana (Ad of Marketing Division CNI). Pembukaan itu setelah pagelaran tari rampak gendang dan sambutan dari para pihak penyelenggara tersebut mulai pukul 14.00 WIB, Jumat, 7 Oktober 2011 di Gedung CNI, Jakarta Barat.
Mike Rini Sutikno mengatakan bahwa OGH INDONESIA 2011 menampilkan berbagai Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang produksi, pengolahan dan distribusi produk-produk organik, hijau (green) dan (healthy). Perhelatan akbar pertama yang melibatkan kerjasama antara AOI, KOI, CNI, bersama berbagai media dan sponsor ini ingin menampilkan organik sebagai gaya hidup (life style). Tidak hanya pangan organik tetapi meliputi berbagai tindakan yang ramah lingkungan dan peduli sesama.
“Kegiatan ini lebih menyasar ke konsumen. Bahwa ada sistem kolektif yang menjamin organik sebagai life style dan meningkatkan pengembangan pertanian organik,” kata Mike.
Yang unik di sini ada Greenpreneurship Award yang bisa lebih mempromosikan organik sebagai lifestyle. Melalui OGH EXPO 2011 bisa mempromosikan dan meningkatkan omset produk-produk UKM yang organik, green dan healthy. Yang tak kalah penting bisa meningkatkan 20% anggota AOI dan KOI.
Dengan menggandeng CNI sebagai pemilik gedung yang mempunyai fasilitas berkualitas dan jaringan produk-produk yang 60% nya lokal dan sehat (green and healthy), Emile berharap kegiatan promosi ini bisa berhasil menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan dan meningkatkan omset penjualan produk. Keuntungan tidak hanya untuk memperkaya diri sendiri tetapi juga orang lain.
Menurut Emile, organik muncul dari mind set. Kalau dihubungkan dengan keuangan berarti kita bisa mencukupi kebutuhan dengan kondisi keuangan dan tidak berhutang. Selain itu juga peduli dengan kondisi sesama di sekitar kita.
Sedangkan Sabastian Saragih mengatakan bahwa OGH EXPO 2011 juga bisa memacu produksi organik di tingkat domestik Indonesia. Kalau produksi organik di tingkat domestik besar maka Indonesia bisa masuk menjadi salah satu produsen organik di tingkat internasional. Saat ini Indonesia sebagai produsen organik di peringkat 30 besar dunia. Bila bisa terus berkembang, Indonesia bisa masuk sebagai produsen organik di peringkat 10-20 besar dunia seperti India, China dan Brazil.
“OGH EXPO 2011 merupakan momentum yang menggembirakan. Dibandingkan tahun lalu, event ini lebih menarik dan lebih banyak yang terlibat,” kata Rasdi Wangsa. “Ini baik untuk penggiat pertanian organik dan bisa mendorong pemerintah untuk mendukung pertanian organik,” lanjutnya.
Namun sangat disayangkan, pihak pemerintah (dalam hal ini Kementerian Pertanian) yang kita undang tidak bisa hadir. Meski pada awalnya menyatakan bisa hadir. Padahal para pihak penggiat organik di sini berharap, pemerintah bisa memberikan kebijakan yang bisa melindungi dan mendukung pengembangan pertanian organik. (ANP/SNY)