Petani Organik Indonesia Gelar Konsolidasi di Pontianak
Selasa, 25 Oktober 2011
PONTIANAK, KOMPAS.com - Para petani organik yang tergabung dalam Aliansi Organis Indonesia (AOI) akan menggelar konsolidasi di Pontianak, Kalimantan Barat, 18 Oktober hingga 20 Oktober 2011.
Konsolidasi akan dimulai dengan diskusi publik dan rapat umum anggota. "Pemanasan global, perusakan alam dan marginalisasi petani sebagai akibat penerapan revolusi hijau harus diakhiri.
Pertanian organik adalah solusinya, tetapi pertanian organik sendiri dibajak oleh pikiran-pikiran revolusi hijau yang tidak memikirkan keberlanjutan kehidupan," tegas Sabastian Saragih sebagai Presiden Dewan Perwakilan Anggota (DPA) AOI, Senin (17/10/2011).
Anggota DPA Lorens mengatakan, konsolidasi juga akan dipakai untuk membahas peran dan eksistensi AOI sebagai anggota International Federation on Organic Agriculture Movement (IFOAM) di forum internasional.
"Di Kalimantan Barat petani semakin terancam oleh berbagai aktivitas pembangunan yang akan menghancurkan ketahanan pangan komunitas, terutama komunitas petani di sepanjang perbatasan propinsi Kalimantan Barat Indonesia dengan Malaysia. Contoh terbaru adalah terancamnya keberlanjutan budidaya organik madu hutan Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu karena pembangunan perkebunan sawit skala besar," kata Lorens.
http://regional.kompas.com/read/2011/10/17/13540964/Petani.Organik.Indonesia.Gelar.Konsolidasi.di.Pontianak
Dinamika Borneo Selasa, 18 Oktober 2011 08:27 PONTIANAK--BN: ALIANSI Organis Indonesia (AOI) berencana menggelar Diskusi Publik dan Rapat Umum Anggota (RUA) di Pontianak, 18-20 Oktober 2011. Presiden Dewan Perwakilan Anggota (DPA) AOI, Sabastian Saragih di Pontianak, kemarin, mengatakan, sejumlah ancaman tengah dihadapi petani saat ini... Untuk itu, pola pertanian organik menjadi satu-satunya cara bertani paling tepat untuk menyejahterakan petani dan melanjutkan penghidupan di muka bumi.
“Dengan demikian, pemanasan global, perusakan alam, dan marginalisasi petani, sebagai akibat revolusi hijau harus segera diakhiri,” ujarnya.
Dia menilai, sebenarnya hanya pertanian organik yang dapat meningkatkan taraf hidup petani. “Itu pun sudah terancam dibajak oleh pola pemikiran revolusi hijau yang tidak memikirkan keberlanjutan kehidupan.”
AOI sebagai aliansi para penggerak pertanian organik di Indonesia yang terdiri dari kalangan petani, LSM, konsumen, pelaku pasar. dan akademisi harus mempromosikan gerakan pertanian organik yang berorientasi pada keberlanjutan penghidupan di muka bumi. (Ant/B-3)
http://borneonews.co.id/dinamika-borneo/34-dinamika-borneo/16076-aoi-berencana-gelar-diskusi-pertanian.html