AOI Tinjau Percontohan Pertanian Organik
Selasa, 25 Oktober 2011
Kubu Raya – Kamis, 20 Oktober 2011
Lahan percontohan pengembangan pertanian organik di Desa Sungai Rengas Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya, mendapat perhatian dari anggota Aliansi Organik Indonesia (AOI) yang saat ini sedang menyelenggarakan kegiatan di Provinsi Kalimantan Barat.
Lahan tanaman padi yang digarap dengan menggunakan pengembangan model organik, ditinjau puluhan anggota AOI se-Indonesia, Selasa (18/10) kemarin.
Rombongan juga meninjau cara pembuatan pupuk organik yang akan digunakan untuk pengembangan sawah percontohan seluas lima hektare oleh Kelompok Tani Krida Telaga II Sungai Rengas.
Kehadiran rombongan anggota AOI se-Indonesia ini disambut penggiat pengembangan pertanian organik, Purwaningsih yang juga dosen Fakultas Pertanian Untan. Hadir Bupati Kubu Raya diwakili Humas, Guntoro yang juga Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Jaya Bersama.
Purwaningsih menjelaskan adanya lahan percontohan yang digarap oleh Kelompok Tani Krida Telaga II Sungai Rengas ini, merupakan rintisan yang baru pertama kali dikembangkan di daerah Kubu Raya bahkan satu-satunya di Kalimantan Barat.
Diperlukan pendampingan tenaga ahli dari Aliksa Organik SRI yang pembiayaannya didukung oleh program CSR PTPN XIII. “Setiap kesempatan saya selalu menyemangati petani untuk menggunakan pupuk organik. Kembangkanlah pertanian organik, bahkan tangan saya sendiri juga selalu menerapkan pertanian organik ini dari tanaman-tanaman yang ada,” ujar Purwaningsih.
Sikap ini yang ingin diterapkannya di masyarakat petani sawah, dengan membina Kelompok Tani Krida Telaga II Sungai Rengas sebagai pilot project di daerah Sungai Rengas.
Ketua Kelompok Tani Krida Telaga II, Rasdi, menyatakan bahwa selama ini masyarakat petani masih menggunakan pertanian manual, tidak mengenal adanya pertanian organik.
“Setelah adanya kegiatan percontohan dan pendampingan di masyarakat, membuka mata kami untuk ingin mengembangkan pertanian organik ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, adanya lahan percontohan ini diharapkan Rasdi, semakin memberikan bukti nyata ke masyarakat, bahwa pertanian organik sangat bermanfaat dan sangat bagus hasilnya. Jika kesuburan tanah meningkat, maka akan meningkatkan hasil pertanian, berarti meningkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Rengas, Bakri Mochtar menyampaikan terima kasih pada PTPN XIII dan Fakultas Pertanian Untan serta Pemkab Kubu Raya yang sudah menjadikan desanya sebagai lahan percontohan. “Mudah-mudahan ke depan, pertanian di sini semakin baik dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Ketua KPRI Jaya Bersama, Guntoro menegaskan pihaknya siap untuk menjamin pasar hasil pertanian masyarakat. “Kita dari KPRI Jaya Bersama siap menampung dan memasarkan hasil pertanian masyarakat,” ujarnya yang disambut tepuk tangan undangan. (*)
http://www.equator-news.com/utama/20111020/aoi-tinjau-percontohan-pertanian-organik