Welcome Guest | Register | Login
halaman depan
 
 

Panen Madu Lestari di Ujung Kulon

Jumat, 16 Desember 2011

Petani madu hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani Madu Hutan Ujung Kulon (KTMHUK) kini bisa bernafas lega. Pasalnya 23 September 2011, di sela Konferensi Madhu Duniya, di Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon, Pandegelang, Banten, kelompok petani dengan pendampingan Perhimpunan Hanjuang Mahardika Nusantara (PHMN) atau Perhimpunan Hanjuang ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Agus Priambudi.

Turut menandatangani nota kesepahaman ini adalah Eman Puju (Kelompok Tani Madu Hutan Ujung Kulon), Eman Sulaeman (PHMN), Agus Priambudi (Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon), Valentinus Heri (Koordinator Jaringan Madu Hutan Indonesia/JMHI), dan Jenne de Beer (Non-Timber Forest Products-Exchange Programme/NTFP dan sebagai Pimpinan Konferensi Madhu Duniya).

Dengan adanya nota kesepakatan ini, petani madu hutan di seputar Taman Nasional Ujung Kulon bisa melakukan aktivitas panen madu hutan yang ada di kawasan zona rimba dan pemanfaatan taman nasional dengan memperhatikan kelestariannya, kawasan ini terletak di Gunung Hanjuang, Panaitan dan Pulau Peucang. Sementara di zona inti bisa dilakukan penelitian. Sebelum ada nota kesepakatan ini, petani madu hutan tidak bisa panen dan memanfaatkan madu hutan sebagaimana mestinya. Padahal kegiatan itu sebagai sumber kehidupan mereka yang tergantung pada hasil hutan.

“Kini petani madu hutan tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi memanfaatkan madu hutan di Taman Nasional Ujung Kulon untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” kata Eman Sulaeman sebagai Direktur Eksekutif PHMN.

Panen Lestari
Nota kesepakatan ini merupakan hasil dari upaya Kelompok Tani Madu Hutan Ujung Kulon dan PHMN yang sejak 2008 terus berjuang mendapatkannya. Nota Kesepahaman tersebut memuat bagaimana pola panen lestari madu hutan bisa menjadi aturan main sesuai SK Balai Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon, adanya pemetaan dan monitoring panen madu hutan sehingga tidak merusak ekosistem serta bagaimana adanya penelitian di zona inti.

Pola panen lestari ini sebagaimana standar yang ada di Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI). Yaitu proses panen yang mengambil madunya saja dan meninggalkan larva lebah sehingga memberi kesempatan berkembang meningkatkan populasinya. Dengan pola panen lestari bisa panen beberapa kali tiap musim, sedikit lebah yang mati, populasi lebah meningkat, produksi madu meningkat dan memperkecil risiko kerusakan rumah dan larva lebah.

Nota kesepahaman juga memuat komitmen balai konservasi dalam meningkatkan kelembagaan dan kemampuan masyarakat dengan menyampaikan dana bantuan dari lembaga dana, pengembangan mengolah lilin lebah, petani madu hutan juga bisa menitipkan produk-produk madu hutan dan olahan lilin lebah untuk pemasaran, dan bersama mengembangkan wisata madu hutan.

Konservasi  Hutan
Menanggapi nota kesepa
haman ini, Valentinus Heri sebagai Koordinator JMHI mengatakan, selama ini banyak pihak tidak memahami bahwa madu hutan bisa bermanfaat untuk konservasi suatu kawasan termasuk di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandegelang, Banten. Mereka pun tidak mengijinkan adanya panen madu hutan oleh petani setempat. Namun melalui momentum Konferensi Madhu Duniya yang berlangsung di Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon, 21-25 September 2011, akhirnya kelompok petani madu hutan setempat bersama lembaga pendamping (PHMN) bisa meyakinkan pemerintah untuk mengijinkan dan mengakui panen madu hutan melalui penandatanganan nota kesepakatan ini.

“Ini sesuatu yang laur biasa. Seperti yang masyarakat sampaikan tentang perlunya adanya MOU (Red: Nota Kesepahaman), maka kegiatan ini tepat untuk menyampaikannya karena ada banyak pihak hadir,” kata Heri.

Dengan panen lestari madu hutan bermanfaat untuk konservasi dan masyarakat bisa ikut menjaga hutan karena memproduksi madu. Agus Priambudi sebagai Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengatakan bahwa Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk dari upaya pemberdayaan masyarakat seputar hutan.

“Nota ini perlu dan menjadi tanggungjawab kita bersama. Terima kasih untuk upaya konservasi hutan bersama petani madu hutan dengan panen lestari di sini,” ungkapnya. (ANP/SNY)

News Archieve

   
NILAI PENJUALAN PASAR ORGANIK INDONESIA CAPAI RP 10 M PER TAHUN
Bali Bangun Pusat Perdagangan Produk Organik
Unit PAMOR Bogor menjamin organik di DKI, Banten, Jabar
Nurjanah Ginting Buktikan Pertanian Organik Jauh Lebih Baik
Fadly Jadi Juragan Sayur Organik
Kembali Digelar, Bogor Organic Fair 2013
Pelatihan untuk Membangun PAMOR Berlangsung di Bogor
TOT ICS: Tingkatkan Kemampuan Menjamin Produk Organik Petani Kecil
Petani Bangun Rumah Pupuk Organik
Buku Baru AOI: “Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) 2012”
\"Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) 2012\"
Bupati Solok Minta Petani Gunakan Pupuk Organik
Pemerintah Seharusnya Fasilitasi Penjaminan Komunitas
Sulap Halaman Rumah Menjadi Sawah
Triono, Tak Segan Berbagi Ilmu
7 Lembaga Siap Jalankan PAMOR INDONESIA
Meningkatkan Daya Jual Produk Organik Melalui Pengembangan Pangan Olahan
Prospek Pemanfaatan Herbal dan Tantangannya di Indonesia
Meraih Keuntungan Finansial dan Sosial dalam Bisnis Produk Organik
Menyatukan Generasi Muda dengan Pangan Lokal
“Menabung” Sampah di Bank Sampah, Langkah Tepat Reduksi Sampah Perkotaan
Jangan Takut Mengkonsumsi Herbal!
Ada Pameran Organik dan Herbal di Bogor... Datang Yuk!
Seminar Pangan Organik Olahan
Akan ada Fadly PADI di Talk Show Gaya Hidup Organis BOF 2 - FHI
AOI - AKSI - IPB - Pemkot Bogor Gelar Pameran Organik
Lomba Poster BOF 2 - FHI
Ikutan Yuuuuk.... Lomba Tanaman & Buah Eksotik di BOF 2 - FHI
AOI Adakan Demo Masak Jelang BOF2-FHI
Produk Kecantikan Organik Untuk Peraih Oscar
Menembus Hambatan Kultur memperkenalkan Pertanian Organik
Pertanian Organik Jombang Dilirik Bank Dunia
Perspektif Pertanian Organik Belum Ada di Dokumen Penganggaran Negara
RI Mampu Ekspor Produk Organik
Perintis Padi Organik dari Pinggir Malang
Petani Sambut Gembira Sertifikat IG Beras Adan Krayan
Sertifikat Indikasi Geografis Untuk Beras Adan Krayan
Pelatihan Teknik Panen Madu Hutan Secara Lestari di Kampung Serdatang Desa Nanga Tuan Kec. Bunut Hil
Kopi Temanggung Akan Disertifikasi
7 Alasan Kenapa Memilih Makanan Organik
Pangan dari Hutan, Alami dan Bernutrisi Tinggi
Hutan dan Pertanian Organik Saling Melengkapi
Beras Adan Krayan Peroleh Sertifikasi Indikasi Geografis
Jerman Terbuka bagi Produk Pangan Organik Indonesia
Pemprov Bali Bertekad Jadikan Bali sebagai Pulau Organik
Pilih-pilih Buah Naga Organik untuk Imlek
Desa Melung Buka Agrowisata Sayur Organik
Mengenalkan Tanaman Organik Sejak Dini
Penjaminan Organik Partisipatif Beri Kapastian Konsumen
Panen Madu Lestari di Ujung Kulon
Madu Hutan dan Tantangannya
Panen Lestari Madu Hutan
AOI Mengadakan Pelatihan untuk Pelatih ICS
Korea Tularkan Pertanian Organik
Sehat ala Organik Kini Tak Musti Mahal
Atasi Pasar Organik dengan Sertifikasi Komunitas
Pertanian Organik Kunci Kesejahteraan Petani
Perkuat Peran Pertanian Organik bagi Ketahanan Pangan dan Mitigasi Perubahan Iklim
Sertifikasi Hambat Petani Organik
SIARAN PERS: Praktik & Produk Organik Meningkat, tapi Kebijakan Tidak Mendukung
Petani Organik Keluhkan Penolakan Pembelian
Petani Organik Kalbar Terhambat Sertifikasi
Pertanian Organik Kunci Kesejahteraan Petani
Aliansi Organis Indonesia Gelar Diskusi Publik dan Rapat Umum Anggota
Petani Organik Indonesia Gelar Konsolidasi di Pontianak
SIARAN PERS: Atasi Pasar Organik dengan Sertifikasi Komunitas
Produk Organik Diminati
Produk Organik Bisa Jaga Kesehatan
Produk Organik juga Berbentuk Gaya Hidup
Pameran Unik di Kembangan
Pameran Produk Organik
Petani Organik Gelar Pameran Produk Pangan
70 UKM Kenalkan Produk Organik untuk Anda
Perluasan Pertanian Organik Diharapkan Penuhi Pangan Sehat
Lumintu, dari Sampah Jadi Berkah
Organic, Green and Healthy EXPO 2011 Semakin Ramai
OGH INDONESIA 2011, Ajang Promosi Gaya Hidup Organik Telah Dibuka
41 tahun Gerakan Pertanian Organik Dunia di Korea Selatan
Madu Bebas Residu Pestisida, Sumber Nutrisi dan Obat
Organic, Green & Healthy Expo 2011
Organic, Green & Healthy Expo 2011
Eropa dan Amerika Minati Organik Indonesia
Tingkatkan Konsumsi Pangan Organik
Lebih Sehat dengan Makanan Organik
Petani Kewalahan Penuhi Permintaan Beras Organik
Deasy: Produk Organik Lebih Sehat
Kebijakan Pertanian Organik Masih Setengah Hati
Sertifikasi Produk Organik Cegah Permainan Harga
Membeli dari Petani Kecil, Membeli Produk Kejujuran
Membeli dari Petani Kecil, Membeli Produk Kejujuran
Membeli dari Petani Kecil, Membeli Produk Kejujuran
Bebaskan Biaya Sertifikasi Organik Bagi Petani Kecil, Akui Sistem Penjaminan Mutu Berbasis Komunitas
Tinjau Ulang Sertifikasi Organik bagi Petani
AOI Desak Tinjau Ulang Sertifikasi Organik
AOI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Sertifikasi Organik Petani
Konsumsi Organik Kurangi Emisi Karbon
Batanghari Kembangkan Pertanian Organik
ICS, Berbagi Informasi untuk Tingkatkan Mutu Jambu Mete Organik
400 Petani Padi Organik Desa Sawangan Akan Sertifikasi Produknya
Pembinaan Sertifikasi Pangan Organik
Pertanian Organik Sebagai Green Economy dan Produksi Berkelanjutan
Pemprov Bali Bentuk Kelompok Tani Mandiri Pupuk Organik
Pertanian Organik Mudah dan Murah
Luas Lahan Pertanian Organik Indonesia Meningkat 10% Tahun 2010
Buku Baru AOI
Organic Café Hadir di Jakarta
Rezeki Besar Petani dari Padi Organik
Produsen dan Produk Organik Bersertifikat Meningkat
Telah Dibuka: Warung Organik di Ciluar - Bogor
Warung Organik Sahabat Petani Diluncurkan
Satu Lagi Warung Organik di Bogor
Arif dan Cerdik Sikapi Sertifikasi Organik
Produk Organik, Sadarkan Masyarakat Hidup Organis
Kawasan Organik Global Terus Berkembang
Perlu Komunikasi Partisipatif Petani dalam Pembangunan Pertanian
Deasy: Sertifikasi Penting untuk Menjamin Organik
Pertanian Organik Lebih Berkembang di Padang Panjang
Geliat Organik di Banjarnegara
Padi Adan Tana Tam, Tradisional dan Organik Dataran Tinggi Krayan
Makanan Indonesia Lebih Sehat dengan Bahan Nutrisi Tinggi
Biopori dan Kompos untuk Menjaga Kualitas Tanah dan Lingkungan Hidup
Yuk Belajar Pertanian Organik Lewat Gambar dan Warna
Lebih Sehat dengan Produk Organik dan Ramah Lingkungan
Indonesia Organic and Green Fair 2010, Dekatkan Petani dan Konsumen Organik
Run Down Acara Indonesia Organic & Green fair 2010
Peserta Indonesia Organic & Green Fair 2010
Siapa Saja Peserta Indonesia Organic & Green Fair 2010?
Indonesia Organic & Green Fair 2010
IOA is Looking For New Staffs
“ZEEN” Chiki Sehat dari Malang
Sertifikat Organis untuk Kayu Manis Malaris-Loksado
Pestisida Sebabkan Anak Hiperaktif?
Call For Proposal
Titik Kecil di Kemegahan BioFach
BUKU BARU
ORGANIC DAY
IOA is Looking for New Staff
Draft Revisi Sistem Pangan Organik
Program Dukungan Dana Bergulir AOI
Program Dukungan Dana Bergulir AOI
“Mencermati Regulasi dan Bisnis Pertanian Organis Terkini di Indonesia”
Seruan Organis “ Proud To be Part”
Kertas Posisi AOI: ”Wujudkan Danau Sentarum Lestari”
Lomba Design Logo
“Ngala Berkah” di Kaki Gunung Salak
“Ngala Berkah” di Kaki Gunung Salak
Kertas Posisi & Pernyataan Pers AOI di Kongres Pertanian Organis Nasional, Yogyakarta, 4-8 November
KONGRES PERTANIAN ORGANIS AOI
Seminar Terbuka untuk Umum
Riset Terbaru Kualitas dan Keamanan Pangan Organik
BUKU BARU: Pertanian Organik Solusi Hidup Harmoni & Berkelanjutan
WE ARE MOVING
JKPE Tidak Peduli kelangkaan Pupuk
ICS: Membangun Organisasi Penjaminan Kualitas Produk Organik
IOA Looking for a New Staff
IOA Looking for a New Staff
Rudin Barus: Kini Kami dapat Tersenyum Berkat Jeruk Organik
Seren Taun: Bentuk Aktualisasi Sosial Budaya dalam Pertanian Organis
AOI Looking For Candidates for Some New Position
SURA RAYA TANI ALAMI
AOI Pindah Kantor
 
English Version Halaman depan Home