Welcome Guest | Register | Login
halaman depan
 
 

Cara Meningkatkan Daya Jual Produk Organik

Jumat, 15 Juni 2012

Tribunnews.com - Selasa, 12 Juni 2012 18:13 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Produk pangan organik rupanya masih menjadi polemik yang cukup besar di kalangan para pengusaha pangan olahan di Indonesia. Indonesia yang notabene adalah negara yang kaya akan keanekaragaman pangan, masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan India. Hal ini diungkapkan secara lugas oleh Sabastian Saragih, Presiden AOI pada pembukaan  seminar “Tingkatkan Daya Jual Produk Organik melalui Pengembangan Pangan Olahan dan Penanganan Pasca Panen.”

“Saya menyambut baik mereka yang berani mengolah produk organik dan berharap agar saling membagi wawasan dan ilmunya dalam ajang ini,” tambahnya.

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang baik akademisi hingga pelaku bisnis ini, dimulai dengan Anjar Rohani selaku wakil dari disperta yang juga mengamini bahwa produk pangan organik olahan di Indonesia masih terbatas, sehingga banyak diisi dengan produk olahan impor.

Peluang pangan organik olahan terbuka luas pangsa pasarnya, khususnya bagi peternakan organik yang masih jarang diminati. Anjar menjabarkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh pasar produk organik yang diantaranya adalah keterbatasan teknologi,  wawasan akan pasar, permodalan, penelitian dan pengembangan, harmonisasi standar, jumlah dan kompetensi tenaga, hingga rendahnya pembinaan dan pengawasan.

Sedangkan Ahmad Sulaeman, pengembang pokja pertanian organik, membuka wawasan para peserta yang hadir dengan mengenalkan prinsip pertanian organik secara lebih mendalam.

Empat prinsip penting yang terkandung diantaranya prinsip kesehatan dengan harus mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, kesehatan tanaman, hewan, dan manusia sebagai sesuatu yang utuh dan tak dapat dipisah-pisah. Prinsip Ekologi yang menyatakan bahwa pertanian organik harus berdasarkan kepada siklus dan sistem ekologi yang hidup, bekerja dengannya, melampauinya dan membantu mempertahankannya. Tak lupa pula, prinsip keadilan yang harus dibangun berdasarkan hubungan yang memastikan adanya kejujuran dan keadilan dengan lingkungan umum dan peluang kehidupan dan prinsip perlindungan/kepedulian yaitu pertanian organik harus dikelola dalam cara yang penuh kehati-hatian dan bertanggungjwab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi dan lingkungan sekarang dan masa datang.


Sulaeman pun menuturkan bahwa dengan menjaga integritas keorganikan sejak pemanenan sampai siap dikonsumsi, produk pangan yang dibuat dan diolah dari bahan organik dapat diklaim sebagai pangan olahan organik. Agar klaim dapat dinyatakan dalam label, penanganan harus mengikuti cara-cara yang baik sesuai dengan SNI dan peraturan BPOM terkait pangan olahan organik dan disertifikasi. Hal ini memerlukan tingkat kejujuran yang tinggi dan itikad baik dari produsen agar terbangun kepercayaan dari konsumen.

Penting pula registrasi pangan, labelisasi, kemasan hingga proses pengolahan yang tepat . Dan untuk memperoleh klaim sebagai pangan organik, produk yang diklaim harus dibuktikan dengan sertifikat organik yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi atau terverifikasi oleh Otoritas Kompeten di Indonesia.

Sedangkan untuk produk pangan yang akan dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia (impor) sertifikat diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi dan disahkan oleh Otoritas Kompeten di negara asal. Sertifikat organik dari luar negeri juga harus terlebih dulu mendapatkan jaminan rekomendasi keabsahan dari Departemen Pertanian selaku Otoritas Kompeten Pangan Organik.

Yusra Egayanti, dalam penjelasannya mengatakan bahwa pangan olahan organik harus mengandung bahan pangan organik sekurang-kurangnya 95% dari total berat atau volume, tidak termasuk air dan garam. Bahan pangan non organik yang digunakan dalam pangan olahan organik sebanyak-banyaknya 5 % dari total berat atau volume, tidak termasuk air dan garam.

”Air dan garam yang dimaksud merupakan air dan garam yang ditambahkan selama proses pengolahan pangan,” tambahnya. Selain itu, bahan pangan organik yang digunakan dalam pangan olahan organik bukan merupakan campuran bahan pangan organik dan non organik yang sejenis. Bahan tambahan pangan dan/atau bahan lain yang boleh digunakan hanya yang diizinkan untuk pangan olahan organik. Bahan baku, bahan tambahan pangan, bahan lain dan pangan olahan organik juga tidak boleh mendapat perlakuan iradiasi dan tidak boleh berasal dari produk rekayasa genetika.

Sementara itu Ning Harmanto yang adalah penggeliat bisnis herbal pun membagi tipsnya bagaimana meningkatkan daya jual produk melalui keyakinannya bahwa produk atau jasa yang ia geluti kini akan dibutuhkan masyarakat terus menerus, selain itu produk yang dihasilkan harus memiliki ijin maupun legalitas resmi, inovatif dan berkualitas.

Yang paling penting pula, adanya promosi baik on-line maupun off-line. “Kelemahan petani di Indonesia, membuat hasil pertanian dengan bagus namun jarang mengolah hasil pertaniannya menjadi produk yang baik,” ungkapnya. Tak salah Ning Harmato menyebut hal tersebut, dia yang awalnya anggota kelompok tani yang masih awam, tak malu belajar dari yang ahli. Hingga usaha yang dia rintis dari bawah pun kini telah mengantongi berbagai persyaratan meliputi GMP, HACCP, klaim merek dari BPOM,  hingga tak sulit bagi Ning untuk meraih kepercayaan masyarakat.

Sedangkan Lily Agustina, produsen dan pemasar produk organik pun juga membagi tips sukses bisnis membangun “Lily Go To Organic” yang dia rintis, yaitu adanya prinsip yang dia jaga secara berkelanjutan baik sebagi produsen maupun pemasar diantaranya niat bisnis untuk berbagi manfaat, trust, kasih sayang dan usaha serta tawakal.

Dengan prinsip bisnis yang terjaga, wawasan yang luas dan inovatif, pengolahan pangan organik yang tepat hingga klaim produk dan sertifikasi yang benar, mari kita bangun dan usahakan petani pangan organik untuk menjadi raja di negerinya sendiri! (Nisa/SNY).

Dimuat di : http://www.tribunnews.com/2012/06/12/cara-meningkatkan-daya-jual-produk-organik; http://www.organicindonesia.org/05infodata-news.php?id=375

News Archieve

   
NILAI PENJUALAN PASAR ORGANIK INDONESIA CAPAI RP 10 M PER TAHUN
Bali Bangun Pusat Perdagangan Produk Organik
Unit PAMOR Bogor menjamin organik di DKI, Banten, Jabar
Nurjanah Ginting Buktikan Pertanian Organik Jauh Lebih Baik
Fadly Jadi Juragan Sayur Organik
Kembali Digelar, Bogor Organic Fair 2013
Pelatihan untuk Membangun PAMOR Berlangsung di Bogor
TOT ICS: Tingkatkan Kemampuan Menjamin Produk Organik Petani Kecil
Petani Bangun Rumah Pupuk Organik
Buku Baru AOI: “Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) 2012”
\"Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) 2012\"
Bupati Solok Minta Petani Gunakan Pupuk Organik
Pemerintah Seharusnya Fasilitasi Penjaminan Komunitas
Sulap Halaman Rumah Menjadi Sawah
Triono, Tak Segan Berbagi Ilmu
7 Lembaga Siap Jalankan PAMOR INDONESIA
Meningkatkan Daya Jual Produk Organik Melalui Pengembangan Pangan Olahan
Prospek Pemanfaatan Herbal dan Tantangannya di Indonesia
Meraih Keuntungan Finansial dan Sosial dalam Bisnis Produk Organik
Menyatukan Generasi Muda dengan Pangan Lokal
“Menabung” Sampah di Bank Sampah, Langkah Tepat Reduksi Sampah Perkotaan
Jangan Takut Mengkonsumsi Herbal!
Ada Pameran Organik dan Herbal di Bogor... Datang Yuk!
Seminar Pangan Organik Olahan
Akan ada Fadly PADI di Talk Show Gaya Hidup Organis BOF 2 - FHI
AOI - AKSI - IPB - Pemkot Bogor Gelar Pameran Organik
Lomba Poster BOF 2 - FHI
Ikutan Yuuuuk.... Lomba Tanaman & Buah Eksotik di BOF 2 - FHI
AOI Adakan Demo Masak Jelang BOF2-FHI
Produk Kecantikan Organik Untuk Peraih Oscar
Menembus Hambatan Kultur memperkenalkan Pertanian Organik
Pertanian Organik Jombang Dilirik Bank Dunia
Perspektif Pertanian Organik Belum Ada di Dokumen Penganggaran Negara
RI Mampu Ekspor Produk Organik
Perintis Padi Organik dari Pinggir Malang
Petani Sambut Gembira Sertifikat IG Beras Adan Krayan
Sertifikat Indikasi Geografis Untuk Beras Adan Krayan
Pelatihan Teknik Panen Madu Hutan Secara Lestari di Kampung Serdatang Desa Nanga Tuan Kec. Bunut Hil
Kopi Temanggung Akan Disertifikasi
7 Alasan Kenapa Memilih Makanan Organik
Pangan dari Hutan, Alami dan Bernutrisi Tinggi
Hutan dan Pertanian Organik Saling Melengkapi
Beras Adan Krayan Peroleh Sertifikasi Indikasi Geografis
Jerman Terbuka bagi Produk Pangan Organik Indonesia
Pemprov Bali Bertekad Jadikan Bali sebagai Pulau Organik
Pilih-pilih Buah Naga Organik untuk Imlek
Desa Melung Buka Agrowisata Sayur Organik
Mengenalkan Tanaman Organik Sejak Dini
Penjaminan Organik Partisipatif Beri Kapastian Konsumen
Panen Madu Lestari di Ujung Kulon
Madu Hutan dan Tantangannya
Panen Lestari Madu Hutan
AOI Mengadakan Pelatihan untuk Pelatih ICS
Korea Tularkan Pertanian Organik
Sehat ala Organik Kini Tak Musti Mahal
Atasi Pasar Organik dengan Sertifikasi Komunitas
Pertanian Organik Kunci Kesejahteraan Petani
Perkuat Peran Pertanian Organik bagi Ketahanan Pangan dan Mitigasi Perubahan Iklim
Sertifikasi Hambat Petani Organik
SIARAN PERS: Praktik & Produk Organik Meningkat, tapi Kebijakan Tidak Mendukung
Petani Organik Keluhkan Penolakan Pembelian
Petani Organik Kalbar Terhambat Sertifikasi
Pertanian Organik Kunci Kesejahteraan Petani
Aliansi Organis Indonesia Gelar Diskusi Publik dan Rapat Umum Anggota
Petani Organik Indonesia Gelar Konsolidasi di Pontianak
SIARAN PERS: Atasi Pasar Organik dengan Sertifikasi Komunitas
Produk Organik Diminati
Produk Organik Bisa Jaga Kesehatan
Produk Organik juga Berbentuk Gaya Hidup
Pameran Unik di Kembangan
Pameran Produk Organik
Petani Organik Gelar Pameran Produk Pangan
70 UKM Kenalkan Produk Organik untuk Anda
Perluasan Pertanian Organik Diharapkan Penuhi Pangan Sehat
Lumintu, dari Sampah Jadi Berkah
Organic, Green and Healthy EXPO 2011 Semakin Ramai
OGH INDONESIA 2011, Ajang Promosi Gaya Hidup Organik Telah Dibuka
41 tahun Gerakan Pertanian Organik Dunia di Korea Selatan
Madu Bebas Residu Pestisida, Sumber Nutrisi dan Obat
Organic, Green & Healthy Expo 2011
Organic, Green & Healthy Expo 2011
Eropa dan Amerika Minati Organik Indonesia
Tingkatkan Konsumsi Pangan Organik
Lebih Sehat dengan Makanan Organik
Petani Kewalahan Penuhi Permintaan Beras Organik
Deasy: Produk Organik Lebih Sehat
Kebijakan Pertanian Organik Masih Setengah Hati
Sertifikasi Produk Organik Cegah Permainan Harga
Membeli dari Petani Kecil, Membeli Produk Kejujuran
Membeli dari Petani Kecil, Membeli Produk Kejujuran
Membeli dari Petani Kecil, Membeli Produk Kejujuran
Bebaskan Biaya Sertifikasi Organik Bagi Petani Kecil, Akui Sistem Penjaminan Mutu Berbasis Komunitas
Tinjau Ulang Sertifikasi Organik bagi Petani
AOI Desak Tinjau Ulang Sertifikasi Organik
AOI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Sertifikasi Organik Petani
Konsumsi Organik Kurangi Emisi Karbon
Batanghari Kembangkan Pertanian Organik
ICS, Berbagi Informasi untuk Tingkatkan Mutu Jambu Mete Organik
400 Petani Padi Organik Desa Sawangan Akan Sertifikasi Produknya
Pembinaan Sertifikasi Pangan Organik
Pertanian Organik Sebagai Green Economy dan Produksi Berkelanjutan
Pemprov Bali Bentuk Kelompok Tani Mandiri Pupuk Organik
Pertanian Organik Mudah dan Murah
Luas Lahan Pertanian Organik Indonesia Meningkat 10% Tahun 2010
Buku Baru AOI
Organic Café Hadir di Jakarta
Rezeki Besar Petani dari Padi Organik
Produsen dan Produk Organik Bersertifikat Meningkat
Telah Dibuka: Warung Organik di Ciluar - Bogor
Warung Organik Sahabat Petani Diluncurkan
Satu Lagi Warung Organik di Bogor
Arif dan Cerdik Sikapi Sertifikasi Organik
Produk Organik, Sadarkan Masyarakat Hidup Organis
Kawasan Organik Global Terus Berkembang
Perlu Komunikasi Partisipatif Petani dalam Pembangunan Pertanian
Deasy: Sertifikasi Penting untuk Menjamin Organik
Pertanian Organik Lebih Berkembang di Padang Panjang
Geliat Organik di Banjarnegara
Padi Adan Tana Tam, Tradisional dan Organik Dataran Tinggi Krayan
Makanan Indonesia Lebih Sehat dengan Bahan Nutrisi Tinggi
Biopori dan Kompos untuk Menjaga Kualitas Tanah dan Lingkungan Hidup
Yuk Belajar Pertanian Organik Lewat Gambar dan Warna
Lebih Sehat dengan Produk Organik dan Ramah Lingkungan
Indonesia Organic and Green Fair 2010, Dekatkan Petani dan Konsumen Organik
Run Down Acara Indonesia Organic & Green fair 2010
Peserta Indonesia Organic & Green Fair 2010
Siapa Saja Peserta Indonesia Organic & Green Fair 2010?
Indonesia Organic & Green Fair 2010
IOA is Looking For New Staffs
“ZEEN” Chiki Sehat dari Malang
Sertifikat Organis untuk Kayu Manis Malaris-Loksado
Pestisida Sebabkan Anak Hiperaktif?
Call For Proposal
Titik Kecil di Kemegahan BioFach
BUKU BARU
ORGANIC DAY
IOA is Looking for New Staff
Draft Revisi Sistem Pangan Organik
Program Dukungan Dana Bergulir AOI
Program Dukungan Dana Bergulir AOI
“Mencermati Regulasi dan Bisnis Pertanian Organis Terkini di Indonesia”
Seruan Organis “ Proud To be Part”
Kertas Posisi AOI: ”Wujudkan Danau Sentarum Lestari”
Lomba Design Logo
“Ngala Berkah” di Kaki Gunung Salak
“Ngala Berkah” di Kaki Gunung Salak
Kertas Posisi & Pernyataan Pers AOI di Kongres Pertanian Organis Nasional, Yogyakarta, 4-8 November
KONGRES PERTANIAN ORGANIS AOI
Seminar Terbuka untuk Umum
Riset Terbaru Kualitas dan Keamanan Pangan Organik
BUKU BARU: Pertanian Organik Solusi Hidup Harmoni & Berkelanjutan
WE ARE MOVING
JKPE Tidak Peduli kelangkaan Pupuk
ICS: Membangun Organisasi Penjaminan Kualitas Produk Organik
IOA Looking for a New Staff
IOA Looking for a New Staff
Rudin Barus: Kini Kami dapat Tersenyum Berkat Jeruk Organik
Seren Taun: Bentuk Aktualisasi Sosial Budaya dalam Pertanian Organis
AOI Looking For Candidates for Some New Position
SURA RAYA TANI ALAMI
AOI Pindah Kantor
 
English Version Halaman depan Home