Pasar Produk Organik Tak Kenal Inflasi
Senin, 16 Juli 2012
Kamis, 12 Juli 2012 19:33 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hasil pertanian selaras alam atau lebih popular dengan nama produk organik kini semakin banyak. Hal itu dikatakan Mardo, Marketing outlet produk pertanian organik JaPPSA MEDAN karena kesadaran sebagian orang tentang kesehatan sudah mulai tinggi.
"Kebanyakan orang sudah tahu makanan organik. Namun kesadaran untuk mengonsumsinya masih sedikit. Mungkin salah satunya karena faktor harga dan terutama mind set orang itu sendiri tentang kesehatan," ujarnya, Kamis (12/7/2012).
Walau sangat tergantung pada siklus alam, kini Jaringan Pemasaran Pertanian Selaras Alam ini sudah kontinyu menjual produk-produk organik terutama beras. "Sekarang kita sudah rutin mengeluarkan beras
selaras alam 1,5 hingga 3 ton per bulannya.
Sementara untuk produk sayur masih sekali seminggu, biasanya sayur
organik kita pasarkan setiap Selasa," ujarnya. Sementara produk-produk olahan seperti minyak kelapa organik, kopi luwak, bumbu penyedap, hingga gula aren tetap ada di rak-rak display outlet yang berada di Jalan Setia Budi Medan ini.
Uniknya, Mardo mengatakan jika harga-harga produk organiknya sangat stabil walau cenderung sedikit lebih mahal dibanding produk pertanian kovensional. "Beras lebih mahal kira-kira Rp 3000/Kg, sayur Rp 500 sampai 1000 per ikat.
Memang biaya operasional pertanian selaras alam jauh lebih murah dibanding yang konvensional, namun intensitas kerja petani jauh lebih tinggi dan sangat tergantung cuaca. Selain itu juga melalui penjualan produk organik mereka, kita memanusiakan petani," katanya.
Mardo mengaku dari hitung-hitungan harga penjualan produk petani, JaPPSA sangat memperhitungkan kesejahteraan dan kemandirian petani.
"Karena petani kita sangat mandiri tanpa terikat oleh pihak lain seperti produsen pupuk, harga-harga produknya juga stabil dan kontinyu.
Hanya saja ketika cabai konvensional naik tetapi produk organik tidak, mereka juga kerap protes. Kalau produk tani konvensional turun sementara kita tidak, malah konsumen yang protes," ujarnya.
"Pasar organik itu tidak mengenal inflasi, soalnya inflasi itu kan permainan pasar atau pengusaha yang membuat nasib petani sering mengkhawatirkan. Kita ini mandiri dan keuntungan petani sejak dini sudah bisa diprediksi," ujar alumnus Unpad ini.
Sumber: http://medan.tribunnews.com/mobile/index.php/2012/07/12/pasar-produk-organik-tak-kenal-inflasi