Pertanian Organik Mampu Atasi Penggurunan dan Degradasi Lahan
Selasa, 07 Agustus 2012
Peneliti pertanian organik akan membentuk jaringan global untuk mengembangkan kapasitas penelitian di negara berkembang. Jaringan Penelitian Organik Global (The Global Organic Research Network - IGORN), yang dikembangkan oleh Federasi Internasional Gerakan Pertanian Organik, akan memamerkan ilmu organik dan praktik pertanian, untuk menggalang dana pembangunan beberapa pusat penelitian di negara berkembang, dan pengarus-utamaan pertanian dan penelitian organik. Jaringan ini akan diluncurkan pada tahun 2013.
André Leu, Presiden IFOAM, di forum Konferensi Pembangunan Berkelanjutan Rio+20 mengatakan pentingnya melihat kembali pertanian organik ketika berbicara tentang penggurunan dan degradasi lahan. Sistem pertanian organik terbukti bisa mengatasi fenomena meluasnya gurun di dunia karena aktivitas manusia, termasuk penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan dan perubahan iklim.
Menurut Leu, pertanian organik dan sistem pertanian tradisional di negara berkembang mampu membantu meningkatkan toleransi kekeringan, meningkatkan efisiensi tangkapan air hujan, mengatasi hama, gulma dan pengelolaan tanah yang lebih baik karena dampak perubahan iklim - terutama akibat kekeringan dan curah hujan yang ekstrim.
Dia mengatakan bahwa peningkatan hasil pertanian yang paling sukses adalah di petani kecil dan lahan-lahan pertanian organik ketimbang aktivitas agribisnis di negera-negara maju. Dan ini yang seharusnya menjadi fokus ketika dihadapkan pada pemenuhan kebutuhan pangan dunia.
Sumber: http://www.rtcc.org/climate-change-tv/rio20-organic-farming-and-feeding-the-growing-world/; http://www.scidev.net/en/science-and-innovation-policy/science-at-rio-20/news/global-network-for-organic-farming-research-announced-at-rio-20.html